Haji adalah Arofah, setiap orang yang menjalankan ibadah haji wajib ke Arofah untuk melaksanakan rukun haji. Sebagai tempat yang terhampar oleh pasir dan batu, padang arofah adalah tempat yang memiliki makna yang dalam bagi seluruh jamaah haji. 

Hampir seluruh jamaah haji ketika di Arofah sadar kalau selama hidupnya melakukan kesalahan, beribadah belum sempurna sesuai perintah Allah dan sebagai hampa penuh dosa. Penyesalan atas semua kesalahan tersebut, maka jamaah seluruh jamaah haji meneteskan air mata (menangis)

Air mata di Padang Arafah adalah simbolisasi dari penyesalan yang mendalam, pengakuan dosa, dan kepasrahan total seorang hamba kepada Allah SWT. 

Menetesnya air mata di tempat ini menandai puncak dialog spiritual, di mana doa-doa dipanjatkan tanpa sekat dan harapan ampunan diterima. 

Saat wukuf, jemaah dihadapkan pada keheningan yang mendorong mereka untuk merenungkan segala dosa, khilaf, dan kesalahan masa lalu. Air mata yang jatuh menjadi bukti ketulusan bertaubat dan memohon ampunan dari Allah SWT atas kefanaan duniawi yang pernah dikejar

Arafah adalah tempat bertemunya manusia dengan Sang Pencipta dalam kondisi yang paling murni. Air mata di titik ini diartikan sebagai bahasa cinta dan kerinduan seorang hamba yang merasa selama ini jauh dari Tuhannya, lalu menangis karena menyadari betapa luasnya rahmat dan kasih sayang Allah

Kondisi di Padang Arafah sering direnungkan sebagai miniatur Padang Mahsyar. Jutaan manusia dari segala penjuru dunia berkumpul tanpa memandang status sosial, jabatan, atau kekayaan, semuanya mengenakan pakaian ihram yang sama. 

Air mata menetes karena menyadari bahwa kelak di akhirat, manusia akan dibangkitkan dengan cara yang sama untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya

Momen  meneteskan air mata di padang Arofah sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik, membersihkan hati, dan memperkuat keimanan setelah kembali ke tanah air. 

Arofah menyimpan sejuta rahasia perjalanan hidup manusia untuk menjadi orang yang soleh yang bahagia dunia akhirat. Hidup sangat singkat, namun untuk menjadi insan yang taat kita harus bertarung dengan setan yang telah mendapatkan lisensi dari Allah untuk menggoda umat manusia. 

Semoga Allah memanggil kita untuk berziarah ke Makkah dan Madinah dengan mudah dan cukup. Hanya Baitullah yang menjadi dambaan umat Islam selama hidup untuk menyempurnakan ke Islamannya. 


 Penulis

HM. Basori M.Si 

# Alumni Jamaah Haji Tahun 2008 dan Tahun 2019

# Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocasy

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar