Tentang Uang 

Ketika remaja kita hanya butuh bagaimana punya bensin, uang buat ngopi dan bensin buat jalan jalan, itu ungkapan seorang anak semasa SMA dan Kuliah. Jika dihitung kebutuhan tersebut tidak terlalu besar, namun karena di usia itu cara memperolehnya sudah begitu berat. 

Menginjak dewasa dan berumah tangga, dua insan yang dalam sebuah ikatan Allah berkomitmen untuk berjuang bersama dengan mengumpulkan pundi pundi keuangan untuk menabung, beli Motor, buat rumah, beli emas dan pada akhirnya semua sudah dimiliki. 

Uang sebagai alat pembayaran, satuan hitung dan penyimpan nilai akhirnya menjadi sumber konflik ketika memahami uang dalam hidup ini salah. Uang dikumpulkan yang pertama untuk memenuhi kebutuhan hidup, artinya saat semua sudah kita miliki, berapa besar kebutuhan pokok yang menjadi kebutuhan sehari hari harus diselesaikan terlebih dahulu, apalagi semua sudah kita miliki. 

Orang merasa takut untuk mengambil tabungan dan apa yang dimiliki karena takut miskin sebenarnya rasional dan dapat dimengerti. Namun yang perlu Anda tahu dalam harta dan kekayaan yang kita miliki ada hak orang lain ada  hak istri anak dan saudara kita. Maka belajar memahami harta adalah titipan Allah dan ada rizqi orang lain yang dilewatkan kita biar hidup kita indah dan bahagia karena berbagi. 

Tentang Keluarga

Saudara yang kita miliki merupakan bagian dari kehidupan kita. Dalam keterbatasan seorang saudara pasti meminta bantuan kita, sekali lagi dalam keterbatasan kadang mereka tidak mengembalikan hutang yang dimiliki. Hanya kepada kita saudara berani minjam dan merasa enak enak saja ketika mundur dalam mengembalikan. 

Saudara adalah bagian dari keluarga, maka kewajiban kita untuk menolong dan mengangkat ekonominya agar mampu seperti orang lain. Sayang bapak dan ibu selagi mereka masih hidup, karena beliau tidak pernah meminta pada anak, namun pengen dimengerti oleh anak. Berilah sebelum dia meminta, karena ketika kita kecil beliau yang telah memberi semua yang kita butuhkan. Mengokohkan persaudaraan antar keluarga adalah kunci sukses kita di dunia dan akherat

Tentang Cinta 

Rahasia terbesar dalam hidup yang tidak bisa dirumuskan dengan sebuah teori apapun adalah Cinta. Semua pasti mengalami perjalanan cinta yang naik turun bahkan terjal. Hadirkan cinta dalam kehidupan bukan sebagai masalah. Cinta sebagai spirit hidup berbunga Sex dan terurainya rasa hati seseorang yang melahirkan kenyamanan dan kebahagiaan. Hadirnya godaan selalu terjadi karena hidup adalah sebuah perjalanan,

Pasti melihat, menemukan atau bahkan mendengar segala hal yang namanya cinta. Cinta dalam ikatan harus dipahami sebagai ibadah biar yang terjadi tidak permusuhan. Cinta dalam ikatan melahirkan hak dan kewajiban yang harus sama sama dilakukan dengan penuh kesadaran. 

Sebagian laki laki mengutamakan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan, walau dia tidak pernah mikir kondisi fisiknya. Mereka harus bekerja keras siang dan malam hanya berfikir bagaimana kebutuhan sehari hari tercukupi. Laki laki sadar kalau perempuan tidak bisa diajak melarat atau miskin selamanya dengan alasan qona’ah. Obsesi semua laki laki adalah membahagiakan pasangannya agar keluarga tetap indah. Semoga yang belum atau lupa kewajiban masing masing tersadar untuk merubah yang lebih baik.

Tentang Ekonomi 

Kehidupan dan ekonomi memang tidak bisa dipisahkan, karena untuk hidup seseorang pasti membutuhkan uang, dan untuk mendapatkan uang orang harus bekerja. Allah telah memerintahkan umatnya di muka bumi ini untuk berusaha untuk mendapatkan rizqi yang baik dan halal.

Ekonomi yang kadang tidak lancar atau bahkan macet menjadi problematika serius dalam kehidupan. Realitanya tidak semua orang senang saat kita sukses, demikian juga banyak teman yang kadang membiarkan saudara atau temannya susah. Menyikapi masalah ekonomi kita mesti harus yakin dan percaya bahwa Allah telah memberi rizqi pada setiap mkhkuq hidup yang diberi nyawa. 

Perintah Allah bekerja dan ikhtiar itu wajib tapi hasilnya tidak wajib, maka kita mesti harus memiliki keyakinan kuat dan semangat untuk mencari penghidupan yang halal dan baik. Konsep Allah dalam masalah ekonomi sebenarnya lebih ke bekerja untuk bekal ibadah, bukan konsep bekerja untuk mendapatkan kekayaan. Maka urusan ekonomi mungkin ada yang bercita cita ingin kaya, namun merasa cukup dan untuk bekal ibadah itu akan lebih menentramkan hati 

Semua catatan di atas adalah dinamika yang terjadi di dalam perjalanan kita selama setahun, karena kemarin adalah masa lalu dan sekarang adalah masa depan, semoga uraian sederhana di atas memberi manfaat bagi kita. Amin.

Tahun Baru, Semangat Baru, Untuk Menggapai cita cita yang baru, semoga Allah mengabulkan semua harapan dan cita cita kita semua di tahun 2025. Jangan pernah lelah berbuat baik untuk kehidupan yang akan datang yang lebih baik. 

Penulis 

HM. BASORI, M.Si 

Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy




Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar