Komitmen peningkatan kualitas pendidikan tinggi kembali ditunjukkan oleh Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melalui workshop strategis, Rabu (4/12).

Kegiatan daring bertajuk "Strategi Penyusunan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) Program Studi" ini menghadirkan para akademisi dari berbagai perguruan tinggi, membuktikan tekad fundamental dalam memperkuat sistem pendidikan di kawasan Jawa Timur.

"Akreditasi bukan sekadar label, melainkan cermin kualitas institusi pendidikan," tegas Prof. Dr. Junaidi, M.Pd., Ketua LPTNU PWNU Jawa Timur, yang menekankan pentingnya pemahaman komprehensif terhadap instrumen penilaian.

Dr. Ika Rtaih Sulistiani, M.Pd., narasumber utama, memberikan elaborasi mendalam tentang teknik penyusunan Instrumen Suplemen Konversi sesuai standar Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Keistimewaan workshop terletak pada metode interaktif yang memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpengelola perguruan tinggi, menciptakan ruang dialogis dalam menghadapi dinamika akreditasi.

Partisipasi lintas institusi, mulai dari akademi hingga universitas, menggambarkan semangat kolektif untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

LPTNU PWNU Jawa Timur menegaskan komitmen berkelanjutan untuk mendampingi dan memberdayakan perguruan tinggi, dengan workshop ini diharapkan menjadi katalis transformasi ekosistem pendidikan yang lebih unggul.

Inisiatif strategis seperti ini bukan sekadar upaya administratif, melainkan investasi fundamental dalam membangun generasi yang kompeten, kritis, dan bermartabat.

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar