Sebuah kata kata yang pernah disampaikan oleh banyak orang terhadap seorang pendakwah, guru, Bapak/ibu atau orang yang memiliki potensi untuk memberikan pemikiran baik secara lesan atau tulisan. Orang mengatakan seperti di atas seolah olah dia orang suci dan tidak pernah salah.
Maka dalam hidup ini ada satu hal yang harus kita hindari, yaitu menggantikan posisi Malaikat atau Tuhan. Yang maha kuasa adalah Allah, semua dari dan oleh Allah, makan jangan pernah memvonis pemikiran atau sikap seseorang.
Jika Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin, maka ke hati hatian kita dalam menilai orang lain harus kita Fikirkan. Setiap orang memiliki kewajiban untuk mengajak kepada kebaikan, Sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an surat Ali Imron 104 yang artinya “ Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang orang yang beruntung”
Maka ketika ada orang yang mengajak kebaikan kita tidak memiliki hak untuk maido, ngrasani apalagi memvonis dia bisa bicara tapi tidak bisa menjalani.
Setiap manusia akan mengajak kebaikan sesuai dengan takaran kemampuan yang dimiliki. Jika anda merasa ngalim karena mondok, kyai, guru atau dosen seharusnya anda bisa berfikir bagaimana seharusnya anda menyampaikan sesuatu.
Gerakan amar makruf nahi mungkar adalah kewajiban setiap manusia hidup di dunia. Pencerahan nilai agama dan kebaikan lain melekat pada semua orang agar dunia ini nyaman, aman dan damai karena banyak orang baik.
Jangan sampai kita ngalim dan pintar yang mesti menyebar kebaikan tetapi justru melaksanakan fungsi setan yang gemar berfikir jelek dan memberikan label pada orang lain yang kurang baik. Semoga kita menjadi orang yang selalu menetramkan dunia. Semoga mencerahkan !!
Belum ada komentar