Sistem pendidikan yang mengejar kecerdasan tanpa mengimbangi dengan pembentukan karakter sebuah bangsa sangat membahayaan kehidupan rohani seseorang. Sistem Pendidikan kita semakin lama meninggalkan tradisi mulia, tuntunan hidup mulia dan tujuan hidup yang digariskan oleh Rosulullah Muhammad SAW

Pelan tapi pasti kearifan lokal berupa budaya, sopan santun, tauladan yang baik  dan kepribadian diri sebuah bangsa yang beradab sudah hilang di sekolah dan lingkungan kita. Semua orang lebih mengejar anaknya cerdas, pinter dan nilai akademiknya bagus. 

Fenomena tersebut menjauhkan diri dari konsep hidup Rosulullah tentang Mencapai Kebahagiaan Dunia dan Akherat. Sebuah bahaya laten kehidupan yang tidak kita sadari jika kita bagian dari tradisi dunia modern yang berfikir dunia oriented. 

Rahasia kebahagiaan dunia akhirat dari Rasulullah SAW terletak pada ketakwaan, berbakti kepada orang tua, memperbanyak doa, dan berbuat baik kepada sesama. Selain itu, mencari rezeki yang halal, bersikap qanaah (menerima dengan lapang dada), serta mempererat silaturahmi juga menjadi kunci kebahagiaan

Dunia modern menghadirkan berbagai tantangan bagi keimanan, terutama bagi umat Islam. Arus sekularisme, materialisme, dan perkembangan teknologi informasi yang pesat dapat mengikis nilai-nilai agama dan spiritualitas jika tidak disikapi dengan bijak. 

Paham relativisme, yang menganggap semua agama sama benarnya, dapat melemahkan keyakinan pada kebenaran agama Islam. Paham ini juga dapat membenarkan perilaku yang menyimpang dari ajaran agama, seperti seks bebas dan gaya hidup hedonis.

Perubahan sosial dan budaya yang cepat dapat menyebabkan krisis spiritual, di mana seseorang merasa kehilangan makna hidup dan tujuan spiritual. Ketidakpuasan terhadap kehidupan duniawi dan kurangnya ketenangan batin dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai masalah kejiwaan dan perilaku negatif.

Berikut Solusi untuk menjaga Jiwa Kita dari Tantangan Kehidupan Modern antara lain : 

Memperkuat iman dan ilmu agama:

Memahami ajaran Islam secara mendalam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari adalah kunci untuk menghadapi tantangan dunia modern. 

Membangun komunitas yang Islami:

Bergaul dengan orang-orang yang saleh dan memiliki nilai-nilai keimanan yang kuat dapat memberikan dukungan moral dan spiritual. 

Memanfaatkan teknologi secara bijak:

Menggunakan media sosial dan internet untuk mencari ilmu agama, menyebarkan kebaikan, dan mempererat silaturahmi. 

Menjaga keseimbangan dunia dan akhirat:

Mengingat tujuan hidup yang hakiki, yaitu kehidupan akhirat, dan tidak terlalu terobsesi dengan kesenangan duniawi. 

Meningkatkan kualitas ibadah:

Menjalankan ibadah dengan khusyuk dan istiqomah, serta memperbanyak zikir dan amal saleh. 

Menjaga akhlak mulia:

Berperilaku baik, jujur, amanah, dan menjauhi perbuatan dosa. 

Walaupun hidup itu sebuah pilihan, namun orang Islam harus memahami bahwa Allah mengutus Rasulullah Muhammad SAW untuk memperbaiki Akhlak Manusia agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan akherat. Artinya orientasi hidup orang Islam sudah jelas. Jika orentasi kita lepas dari itu berarti kita salah arah dalam hidup.

Seberapa besar hadirnya kemajuan tehnologi dan modernisasi, orang Islam tetap memegang kaidah Islam sebagai pandangan hidup dan pedoman hidup. Bagi Anda yang mungkin khilaf karena mengejar kaya itu kelihatan sangat penting, maka kembalilah ke pandangan hidup yang benar dan membahagiakan kita di dunia dan akherat. 

Perbanyak ladang amal soleh dan kebaikan untuk persemaian akherat. Terus berjuang untuk kebaikan, karena hanya kebaikan yang akan menemani kita besok di akherat. Jika tidak percaya silahkan mendahului !! 

Penulis 

HM. BASORI, M.Si 

Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar