Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto terus membuktikan bahwa organisasi bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan inkubator pemberdayaan ekonomi. Melalui Bidang BUMA (Badan Usaha Milik Ansor), GP Ansor Kab. Mojokerto menggelar pelatihan strategis bertajuk "Workshop Digital Marketing : Wasilah untuk penguatan ekonomi kader Ansor", Minggu (15/2/2026)
Acara yang berlangsung di Gedung BLK PCNU Kabupaten Mojokerto ini menghadirkan praktisi dan influencer ahli di bidang TikTok Affiliate dan YouuTube Adsence. Fokus utamanya jelas: memberikan ruang bagi kader untuk mengepakkan sayap pada dunia maya di tengah ketatnya persaingan ekonomi digital. Antusias kader cukup tinggi, kurang lebih 40 orang pendaftar memilih masing-masing kelas sesuai dengan bidang yang diminati.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk menjawab tantangan pengangguran dan keterbatasan akses lapangan kerja. Dengan memanfaatkan platform yang sedang tren, kader Ansor diajarkan cara mengelola konten, teknik live streaming, hingga strategi pemilihan produk yang menghasilkan komisi tinggi.
Sejalan dengan ketua GP Ansor, Sahabat M.K. Arif Rivan selaku Ketua Bidang BUMA Ansor mendukung penuh program yang dicanangkan "Pelatihan TikTok Affiliate ini adalah desain pengembangan kader secara berjenjang. Kami BUMA PC GP Ansor Mojokerto tidak ingin kader hanya mahir berbaris atau pandai berdiskusi, tapi juga harus mandiri secara ekonomi." Ujarnya.
Aksi nyata ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian finansial bagi anggota. GP Ansor berkomitmen bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial belaka. Setelah pelatihan, para peserta akan tergabung dalam komunitas pendampingan di bawah naungan BUMA untuk saling berbagi tips dan perkembangan terbaru di dunia affiliate. Selain itu, kegiatan ini kedepannya akan dilaksanakan di seluruh zona wilayah GP Ansor Kab. Mojokerto.
"Tentunya pelatihan ini tidak hanya simbolis semata, melainkan akan kita dampingi secara berkelanjutan. Tiga tahapan nantinya akan kita siapkan. Pertama, kita belajar menjadi penggerak pasar (Affiliate), kedua kita dorong kader memiliki produk UMKM sendiri dan ketiga kita bangun ekosistem pasar digital antar kader se-Kabupaten Mojokerto". Terang ketua BUMA.
Semakin pesatnya perkembangan teknologi AI, lanskap digital marketing mengalami pergeseran masif. Jika sebelumnya TikTok Affiliate hanya fokus pada algoritma FYP (For You Page), peserta juga dibekali pentingnya ilmu Search Engine Optimization (SEO) Google. Tren belanja konsumen telah berubah. Konsumen tidak lagi hanya teracuni oleh video yang lewat di beranda, tetapi mereka sering kali melakukan riset lanjutan melalui laman google. Google sering menampilkan video TikTok di hasil pencarian seluler. Dengan memahami teknik SEO, afiliator bisa mengatur caption dan kata kunci agar video mereka tidak hanya viral di TikTok, tapi juga mejeng di halaman pertama Google.
"Luar biasa senang sekali! Biasanya kami hanya jadi penonton, tapi lewat pelatihan Ansor ini, kami diajari caranya agar produk atau konten kami bisa muncul di halaman utama Google dan bagaimana menghasilkan pendapatan lewat TikTok Affiliate," ujar Rezi salah satu peserta dari PAC Ansor Jetis.
Pelatihan ini memang dirancang interaktif. Para peserta langsung melakukan praktik riset kata kunci dan membedah algoritma video pendek. Goalnya jelas, Kader GP Ansor harus punya nilai tawar. Jika organisasi kuat secara struktural dan kadernya kuat secara finansial, maka martabat Ansor akan semakin terjaga. Mari kita ubah scroll video menjadi saldo, dan kita niatkan ini sebagai wasilah kemandirian organisasi.
Belum ada komentar