Allah menciptakan manusia sudah mencatat dan menetapkan  nasib perjalanan hidupnya di zaman azali di Lauhul Mahfudz. Dalam pandangan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), nasib atau takdir manusia dipandang secara seimbang (tawazun) antara ketentuan Allah (Qadar) dan usaha manusia (Ikhtiar). Aswaja mengambil posisi moderat di antara paham Jabariyah (fatalisme mutlak) dan Qadariyah (kebebasan mutlak). 

Dalam fase ikhtiar setiap orang pasti akan berhubungan dengan orang lain untuk bertahan hidup, memperbaiki hidup, mencari teman hidup atau seni bertahan hidup. Sebagai makhluk yang unik manusia memiliki sikap dan perilaku yang berbeda beda. Banyaknya jenis manusia dan berbeda bedanya cara berfikir manusia, maka  seseorang harus banyak belajar dalam menyikap hubungan dengan manusia lain agar planet bumi tidak bising dan penuh dengan gesekan. 

Belajarlah Menjadi Manusia Yang Manusiawi 

Belajar menjadi manusia yang manusiawi adalah proses seumur hidup untuk memanusiakan manusia (humanisasi), yaitu memperlakukan diri sendiri dan orang lain dengan rasa hormat, empati, kasih sayang, dan martabat, tanpa memandang peran, status, atau perbedaannya. 

Memanusiakan manusia itu memperlakukan sebagai subyek yang bermartabat bukan obyek yang dimanfaatkan. Disisi lain Melibatkan perasaan iba, peduli, dan keinginan untuk membantu sesama, yang merupakan dasar dari perilaku humanis.

Memanusiakan manusia menjauhkan diri dari ego dan ambisi pribadi yang bisa merusak suasana hati dan fikiran. Selalu belajar bertanya pada diri sendiri atas apa yang akan dilakukan, menyinggung perasaan apa tidak, menjajah kemerdekaan pribadi apa tidak atau melaksanakan ego yang memaksa orang lain untuk mengikuti keinginannya !! 

Cara Menghargai Perjuangan Dalam Hidupmu

Suatu ketika manusia akan memiliki sahabat hati, teman hidup atau seseorang yang istimewa karena mampu memberi rasa nyaman dalam kehidupannya. Sebuah karya rasa hati manusia akan seseorang yang hadir dan bisa membuat indah seseorang dalam hidup adalah sebuah anugerah Allah. 

Maka yakinkan hatimu jika ada seseorang yang mau berjuang untuk kehidupan dan kebahagiaan hidupmu, maka hargailah dengan setulus hati. Tidak semua orang mau berjuang dan berkorban untuk kebahagiaan seseorang. Maka hargai setiap kebaikan dengan kata kata, perbuatan atau sesuatu yang bisa membuat dia nyaman bersamamu. 

Menghargai perjuangan seseorang dapat dilakukan dengan mendengarkan cerita mereka secara tulus tanpa menyela, mengucapkan terima kasih secara spesifik atas usaha mereka, dan meneladani sikap positif mereka dalam kehidupan sehari-hari. Berikan dukungan moral atau bantuan fisik saat mereka kesulitan.

Berikut adalah beberapa cara konkret untuk menghargai perjuangan Seseorang : 

  1. Mendengarkan dengan Empati: Memberikan perhatian penuh saat mereka berbicara, menunjukkan bahwa perasaan dan pengalaman mereka penting.
  2. Mengakui Usaha Secara Langsung. Mengucapkan terima kasih atas kerja keras atau pengorbanan mereka, sekecil apapun itu.
  3. Meneladani Sikap Positif. Menerapkan nilai-nilai kerja keras, kesabaran, atau kejujuran yang mereka tunjukkan ke dalam kehidupanmu sendiri.
  4. Memberikan Dukungan. Menawarkan bantuan, baik berupa tenaga, pikiran, atau sekadar kehadiran emosional di saat mereka lelah atau menghadapi rintangan.
  5. Menghormati Privasi. Tidak mencampuri urusan pribadi mereka kecuali diizinkan, yang merupakan bentuk penghormatan tinggi terhadap perjuangan mereka.
  6. Mengingat Kebaikan. Menghargai apa yang telah mereka berikan, termasuk merawat barang yang dipinjamkan atau membalas kebaikan dengan tulus. 

Menjaga kebaikan dalam hidup adalah sesuatu yang sangat penting, karena hanya kebaikan dan amal soleh yang akan kita bawa mati. Mungkin kita merasa lelah, dan berat menanggung beban hidup sehingga lupa cara menghargai orang lain yang berarti dalam hidup kita. 

Perjuangan dan kebaikan dalam hidup memang tidak wajib dihargai tetapi sebagai manusia harus memiliki rasa empati untuk mengapresiasi terhadap semua kebaikan akan dunia terasa sejuk dan nyaman.

Sebuah catatan sederhana semoga bermanfaat !! 

Penulis 

HM. BASORI, M.Si 

Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar