Nabi Muhammad menjalani Isro’ Mi’roj merupakan perjalanan spiritual yang sangat luar biasa, karena jika kita lihat hanya waktu semalam Allah melalui malaikat Ibril Allah menjalankan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso yang jaraknya 1500 KM yang biasa ditempuh dengan perjalanan selama 40 hari. Sedangkan jarak Bumi ke Sidratul Muntaha hanya ditempuh selama 9 jam = 9.720.000.000 km. Sidratul Muntaha lebih jauh 3.660.400.000 km dari planet Pluto.
Dari gambaran yang ada di atas, hanya karena kekuasan Allah SWT hal tersebut bisa terjadi. Perjalanan Isro’ Mi’roj yang sangat singkat dan secara rasional tidak bisa dipahami, membawa akal fikiran kita untuk meyakini bahwa jika Allah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin. Nilai ilahiyah dari Isro’ Mi’roj, manusia wajib percaya jika Allah Maha segala galanya.
Meyakini dengan sepenuh hati bahwa sebagai utusan Allah dan kekasih Allah, Nabi Muhammad adalah manusia pilihan yang di jalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso, dan dari Masjidil Aqso ke Sidrotul Muntaha untuk melihat berbagai peristiwa pada zaman nabi dan rosul sebelumnya sebagai wujud bahwa Allah Maha Segalanya.
Isro’ Mi’roj hanya bisa di yakini oleh orang yang beriman kepada Allah, maka ketika seseorang meyakini peristiwa Isro’ Mi’roj, maka dia telah masuk sebuah peristiwa spiritual dalam hidup bahwa Allah Maha Besar dan Jika Allah berkehendak semuanya bisa mungkin.
Perjalanan Sepiritual manusia adalah sebuah sebuah kesadaran Ilahiyah yang hadir karena Hidayah Allah, artinya Allah membuka hati seseorang untuk sebuah kebenaran hakiki walau sebuah kejadian tersebut sulit diterima oleh nalar/logika, sesuatu yang sulit dijangkau oleh tehnologi dan bahkan sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh panca indra.
Perjalanan spiritual manusia dalam hidup adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan manusia dengan Allah. Perjalanan Sepiritual adalah bagian dari kehidupan manusia yang harus dijalani dan di yakini, karena manusia tidak bisa lepas dari Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah, Tuhan Yang Menciptakan kita, Tuhan Yang Telah menguasai hidup Kita, Tuhan yang memberi kita segalanya di dunia, Tuhan Yang mematikan kita dan menghidupkan kembali saat hari kiamat, Tuhan yang akan menghisab amal kita di dunia dan Tuhan yang akan menempatkan kita besok di neraka atau surga sesuai amal perbuatan kita.
Sebagai manusia yang beriman kepada Allah, menjaga hati untuk selalu menghadirkan Allah dalam kehidupan adalah wajib kita lakukan. Karena bagaimanapun diri kita dalam bekerja atau apa saja semua karena Allah. Semua godaan yang datang atau mencintai dunia dan seisinya juga karena Allah menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Maka jangan pernah lepas dari perjalanan spiritual dalam hidup agar setiap yang terjadi pada kita tidak akan menyesatkan hati dan fikiran kita.
Dunia modern yang serba canggih, tehnologi yang bisa memberi kemudahan manusia dan kecerdasan buatan yang seolah olah menggantikan kuasa Allah atas manusia dari segala yang dibutuhkan sangat berbahaya dalam keimanan kita pada Allah.
Maka momen Isro’ Mi’roj yang syarat terhadap meyakini sesuatu yang berada di luar nalar dan harus menghadirkan logika Ilahiyah harus menjadi tonggak untuk lebih beriman kepada Allah dengan berbagai pernik dan wujud yang bisa kita lakukan.
Selama hidup di dunia jangan pernah lepas dari perjalanan Sepiritual sebagai seorang Manusia yang beriman kepada Allah, agar hidup kita selalu dalam kedamaian dan kebahagiaan. Mungkin dunia menghadirkan kenikmatan, namun ingat kenikmatan lahir datangnya juga dari Allah. Demikian juga ketika dunia menghadirkan kesedihan dan cobaan semua juga dari Allah.
Kesadaran Sepiritual akan kita bawa sampai mati, karena nyawa kita adalah milik Allah yang suatu saat akan diambil, yang semuanya kita tidak akan pernah tahu kapan terjadi namun semua itu benar adanya.
Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW sebuah pelajaran Sepiritual tertinggi dalam kehidupan dunia khususnya diperintahkannya solat lima waktu. Solat lima waktu mengajarkan kita untuk selalu menjaga hidup kita dan menghadirkan Allah dalam diri kita setiap saat, baik dalam suka dan duka di dunia. Sholat akan menjadi menjadi ukuran utama seorang masuk surga atau tidak. Semoga Allah menjaga iman kita untuk selalu dalam RidloNya.
Penulis
HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, and Advocasy
Belum ada komentar