Hakikat jabatan dalam kekuasaan birokrasi adalah sebuah kedudukan formal yang dirancang secara rasional untuk melaksanakan fungsi administratif, operasional, dan pelayanan publik berdasarkan aturan hukum, hierarki, dan spesialisasi keahlian.
Jabatan bukan sekadar tempat bekerja, melainkan saluran wewenang yang sah (legitimate authority) untuk mengambil keputusan dan memengaruhi orang lain demi mencapai tujuan organisasi.
Jabatan dalam birokrasi umumnya terikat pada sistem karier (kepegawaian), di mana promosi didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan masa kerja, bukan pada relasi politik (idealnya).
Secara keseluruhan, jabatan dalam birokrasi adalah sarana untuk mengatur perilaku pegawai melalui aturan agar birokrasi dapat bekerja efisien dan konsisten dalam melayani publik.
Realita dilapangan karena adanya gesekan kepentingan, kerasnya persaingan hidup dan luntur integritas, para pejabat sudah mulai keluar dari konsep melayani dengan sepenuh hati. Pejabat disibukkan hanya urusan bagaimana kursi yang di duduki tidak membuat bokongnya tidak nyaman ketika duduk.
Kesadaran dalam memahami amanah sebagai pejabat memang harus selalu di update dan di upgrade agar rasa iri, dengki, dan gengsi tidak terjadi.
Dunia dengan berbagai atributnya hanya sebuah kebendaan yang tidak kekal abadi. Kesadaran diri bahwa jabatan hanya sebutan harus selalu menjadi pegangan kita agar kita tetap slow, andap asor dan tidak merasa sombong.
Untuk menjaga jabatan sebagai amanah belajarlah dengan serius dari seluruh pejabat yang terjaring KPK dengan sejumlah pertanyaan sebagai berikut :
Upgrade pemikiran bahwa hidup itu singkat, hidup itu tabur tuai (apa yang kita tanam itu yang kita panen), semua akan menjadi cerita ketika kita pensiun dan mati. Kesadaran bahwa jabatan itu amanah harus dibarengi dengan perilaku yang sesuai dengan nilai Ilahiyah, insaniyah dan jati diri sebagai pejabat.
Di kabupaten antah berantah, ada kepala dinas dan bawahannya sikut sikutan, saling ancam, rebutan kuasa bahkan gegeran urusan proyek. Bagaimana seorang pelayan masyarakat bisa melayani dengan baik jika mereka eker e keran urusan kuwoso (kekuasaan) lan donyo (uang) ??
Buat para wakil rakyat yang terhormat menurut undang undang, jiwai dan pelajari seluruh tugas fungsi di komisimu. Pengawasan DPRD terhadap eksekutif bukan hanya urusan anggaran tetapi termasuk di dalamnya urusan kepegawaian. Banyak ASN yang susah karena gesekan antar teman, gesekan dengan atasan bahkan urusan nasib antara lain mutasi, promosi dan prestise yang menimbulkan problem.
Hidup terlalu singkat kalau hanya untuk mengejar dunia sampai mati. Renungkan apa yang akan kamu buat sangu ketika besok diakherat jika di dunia kamu uangkan semua, padahal uang dan kekayaan kalau mati tidak akan dibawa. Ingat juga temanmu yang masih aktif menjabat meninggal dunia, sementara kesempatan taubat tidak pernah ada !!!
Hanya sebuah catatan sederhana semoga bermanfaat. Banyak orang lupa jika bekal di akherat itu amal baik, bukan sertifikat tanah, deposito atau keluar pejabat yang hebat !!
HM. Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, and Advocasy
Belum ada komentar