Rahasia Allah atas kehidupan manusia memang tidak ada yang tahu. Namun Allah memang sudah menetapkan nasib seseorang sejak zaman azali di lauhul mahfudz. Namun ketetapan tersebut banyak yang orang tidak tahu bahkan merasa semua berjalan begitu saja.
Nasib baik dan buruk, enak tidak enak bahkan memang sudah ginaris, namun manusia masih memiliki ruang untuk berikhtiar agar ketetapan Allah tersebut bisa berubah sesuai dengan Faham Ahlussunnah Waljamaah.
Perjalanan panjang manusia sesuai konsep awalnya adalah diperintahkan untuk mengabdi / beribadah pada Allah dengan berbagai jenis perintah dan larangan. Namun manusia dengan sadar karena keterbatasan, karena lupa atau bahkan dengan sengaja melanggar perintah Allah akhirnya menjadi perbuatan dosa.
Agama telah menjelaskan batasan dosa dan tidak dosa, namun peran serta setan yang memang diberi kebebasan Allah untuk menggoda manusia yang memang bisa digoda, maka lahirlah perbuatan dosa. Karena dosa memang tidak dihendaki atau diimpikan oleh setiap orang, maka kita harus segera sadar akan hakekat hidup.
Maka catatan penting dalam menjalani taqdir Allah khususnya tentang dosa dan kebaikan kita mesti harus sadar dengan sepenuh hati bahwa dosa adalah dosa. Selanjutnya kita juga harus berusaha jangan menganggap dosa kecil sebuah kebiasaan.
Ketika dosa kecil dianggap biasa, pelan pelan diri kita membiasakan diri atas dosa besar lain yang sesungguhnya berbahaya akan menjadi kebiasaan. Menahan maksiat adalah berjuang untuk baik dan menjauhkan dosa. Maka Rosulullah SAW bersabda :
“Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987).
Jangan memahami hadits tersebut perbuatan dosa seperti hal biasa karena setelah melakukan dosa kita memohon ampun, tetapi kita harus memahami bahwa setiap dosa adalah salah. Dan setiap salah kita harus memohon ampun atas dosa kita dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi.
Hidup di dunia sementara dan masih ada kehidupan lagi setelah dunia yang lebih panjang dan menakutkan. Setelah kehidupan dunia yang menemani kita adalah amal baik yang kita dlakukan. Semoga kita bisa istiqomah dalam kebaikan kebenaran agar bekal kita di akherat cukup. Ingat disana tidak ada penjual es teh jumbo, es cincau, es degan, duren kocok, atau penjual bakso dll.
Hanya amal dan perbuatan baik kita yang akan menemani ! Maka hitunglah dosamu sebelum semuanya berakhir !! Romadlon adalah waktu yang tepat di mana kita harus menumpuk kebaikan untuk menghapus dosa dan bekal di akherat kelak.
Belum ada komentar