365 hari sudah kita jalani dengan penuh dinamika baik suka maupun duka. Ada sebagian orang yang merasa bersedih setelah pilihan hidupnya tidak seindah yang dibayangkan.
Disisi lain ada orang yang merasa hidupnya indah dan berwarna walaupun apa yang dilakukan biasa biasa saja. Itulah kehidupan. Suka dan duka selalu hadir silih berganti. Namun sebagai orang beriman dan berpendidikan ada beberapa hal yang harus menjadi pedoman dalam menghadapi kerasnya kehidupan antara lain sebagai berikut :
- Pahami hidup sebagai melaksanakan taqdir Allah. Keyakinan ini sangat penting karena catatan perbuatan kita sudah di tentukan oleh Allah di lauhul Mahfudz di zaman azali. Dengan berpedoman seperti ini apapun yang kita jalani memiliki nilai ibadah
- Setiap orang punya harapan dan cita cita terbaik dalam hidupnya, namun pahami setiap keinginan adalah sesuatu lahir dari Allah juga. Maka ketika keinginan tercapai berarti Allah ridlo, jika tidak tercapai berarti Allah menundanya.
- Jalani hidup dengan optimis, karena Allah akan memberikan sesuatu sesuai dengan apa yang dipikirkan, diyakini dan diseriusi oleh hambanya
- Jangan pernah takut dengan resiko, persaingan dan beratnya sebuah perjuangan. Dengan keyakinan hati Allah akan memberikan yang terbaik.
- Hiduplah dengan penuh cinta yang setulus hati. Terlalu banyak orang susah karena terlalu mengandalkan logika, padahal seharusnya menjalani dengan cinta dan kasih sayang.
- Tidak semua yang membuat hati susah itu sebuah kegagalan, para nabi dan rosul yang hidupnya dijamin masuk surga saja diuji. Untuk sebuah keimanan pada Allah Dewi Masithoh dimasukkan penggorengan yang panas oleh raja Firaun akhirnya minyak panas tersebut menjadi dingin dan berbau wangi. Itulah rahasia keteguhan hati dalam hidup.
- Pahami kekayaan dan anak itu fitnah. Artinya jangan terlalu membanggakan anak dan terlalu suka dunia berlebihan karena semua itu ujian. Kekayaan dan anak akan menjadi beban hisab kita besok di akherat jika dalam menggunakannya tidak benar.
- Ketika hidupmu merasa gagal, berat, sedih dan penuh derita, maka cobalah merenung, apa yang salah dengan dirimu sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Karena hanya diri kita sendiri yang bisa membuat hidup kita bahagia dunia dan akherat. Masalah keluarga, anak, kekayaan itu bagian kecil dari konsepsi menjalani Taqdir Allah
- Pastikan dirimu bekerja, bekerja itu perintah Allah. Bekerja itu wajib, hasilnya tidak wajib. Tetapi Allah berjanji akan memberikan kesuksesan bagi siapa saja yang semangat dalam bekerja dan berusaha
- Seringlah merenung, merefleksi dan mencoba memahami semua kejadian sebagai pendidikan untuk hidup lebih baik. Jangan pernah menggunakan ukuran kebahagiaan hidup orang lain, karena ukuran kita memang tidak sama bahkan berbeda dengan orang tersebut.
- Setiap yang hidup pasti diberi rizqi oleh Allah. Maka yakinkan hati bahwa setiap anak anak kita sudah ada jatah rizqi dari Allah, maka jangan pernah ragu dan tidak yakin
- Kehidupan kedua memang tak tidak seindah yang dibayangkan, maka jagalah setiap cinta dengan berbagai dinamika yang ada. Karena sendiri dalam menjalani hidup itu berat, maka Allah membuat makhluk berpasang pasangan agar hidup mereka ringan dan penuh cinta
Sudah cukup jangan terlalu banyak pesan citanya agar tidak bingung dari mana memulainya. Pastikan memulai dengan niat baik karena Allah, selalu ada Allah dalam hati dan jangan pernah berhenti untuk berbuat !!
Ini Hanya sebuah catatan untuk kebaikan, bukan bermaksud untuk mendikte, menjustifikasi atau memvonis kehidupan orang lain.
Jika ketepatan pas mungkin hanya kebetulan, tetapi semua lahir dari sebuah rasa hati bagaimana tahun depan menjadi lebih indah dari tahun kemarin.
Di atas awan, bersama Lion Air Jeddah Surabaya, rasa hati dan pemikiran indah tersebut kami tuangkan semoga bermanfaat !
1 Januari 2026
HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan
Komentar
Belum ada komentar