Takdir Allah pada setiap orang bermacam macam, demikian juga perjalanan manusia di muka bumi ini penuh dengan rahasia ilahi. Maka Allah memerintahkan pada kita untuk semangat menjalani hidup dan terus berusaha berbuat kebaikan.
Siapapun bersyukurlah kepada Allah jika dalam hati kita ada iman dan Islam, karena dengan kedua hal tersebut visi hidup jelas. Orang beriman selalu positif thingking atas apa yang terjadi pada dirinya.
Orang Islam menjadikan Islam sebagai pedoman hidup dan akan selalu berusaha ke jalan yang benar, karena mereka yakin dengan berpedoman pada agama semuanya akan baik baik saja.
Pertanyaan selanjutnya, mengapa dalam hati seseorang masih ada yang selalu membandingkan kehidupannya dengan orang lain ?? Jawabnya adalah karena kadar keimanan dia tipis dan memahami Islam hanya sebatas pengetahuan bukan sebuah pedoman hidup yang harus dijalani dengan penuh kesadaran.
Hidup di dunia modern yang serba canggih, atribut kemapanan di tandai dengan kepemilikan barang barang mewah yang harganya tinggi. Karena kondisi itu, maka sangat wajar jika ada yang memiliki akhirnya kita juga punya keinginan untuk memiliki juga.
Berangkat dari kepemilikan tersebut akhirnya lahirlah sebuah sikap membandingkan diri kita dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Dilihat dari sudut pandang sifat manusia, sebenarnya hal tersebut wajar saja. Namun ketika sikap tersebut melampau batas, maka menjadi sesuatu yang tidak baik.
Sibuk membandingkan diri dengan orang lain adalah penyakit hati, karena ketika merasa memiliki kelebihan, Dia merasa bahwa dirinya lebih tinggi derajatnya dibanding orang lain.
Sebaliknya jika setelah membandingkan dirinya dengan orang lain lalu merasa dirinya banyak kekurangan/lebih rendah dari orang lain (tidak memiliki kelebihan) maka dampak negatif dari membandingkan dirinya dengan orang lain.
Padahal di mata Allah, derajat yang tertinggi adalah tingginya ketaqwaan yang dibuktikan dengan perbuatan dan sikap yang terpuji.
Maka buat siapa saja yang masih muda, jadikan dirimu orang yang cerdas, memiliki kompetensi dan memiliki semangat untuk maju demi mempersiapkan masa depan. Menata pola pikir dan pola sikap untuk memiliki kemampuan adalah kunci utama untuk menyongsong masa depan.
Sekarang berjuang, kelak saat tua sudah tidak perlu lagi bekerja berat dan keras. Untuk sebuah kehidupan masa depan yang tenang dan bahagia harus di mulai dari sekarang. Mengelola emosi dalam mewujudkan cita cita akan mempengaruhi cara hidup seseorang di masa depan.
Belum ada komentar