Sebentar lagi puasa Romadlon datang, kita semua pasti memiliki perasaan yang nano nano. Namun dari semua rasa tersebut kita dapat menggambarkan bahwa hadirnya puasa romadlon ada yang susah, biasa saja dan ada yang senang. Semua rasa yang hadir merupakan anugerah Allah sesuai dengan kadar keimanan dan ketaqwaannya, itulah dinamikan keimanan dalam kehidupan !! 

Sebagai manusia sebenarnya kita ini harus bersyukur pada Allah, karena jika kita hitung nikmat yang melekat pada raga dan jiwa kita sudah sulit untuk menghitungnya. Namun itulah manusia, dalam menjalani hidup kadang lupa kalau kita hidup ada yang menghidupkan, dan setelah hidup enak kita lupa untuk bersyukur.

Untuk menghilangkan rasa susah saat puasa Romadlon tiba memang harus di perangi, karena sangat rugi jika saat Romadlon hati kita tidak ceria. Salah satu keistimewaan Romadlon datang ialah “Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.” Itu baru senang, apalagi kalau kita menjalankan puasa, solat tarweh dan membayar zakat. 

Jiwa raga kita ciptaan Allah, semua yang ada pada diri kita Allah yang menggerakkan, bahkan hidup senang dan susah dari Allah. Jika puasa Romadlon dipahami sebagai bentuk pengabdian, penghambaan dan menikmati anugerah Allah selama 11 bulan, maka puasa Romadlon yang satu bulan adalah milik Allah. Allah meminta makluq ciptaannya untuk memberikan pengabdian padanNya, apakah kita masih merasa kurang ?

Jika Romadlon datang kita akan membutuhkan uang untuk kebutuhan hari raya, berzakat, bersedekah bahkan kebutuhan sehari sehari selama satu bulan ! Pertanyaannya, apakah waktu 12 bulan kita bekerja, yang satu bulan untuk mengabdikan diri pada Allah masih kurang. Nenek moyang kita mengejarkan falsafah hidup sederhana “Nyambut Gawe Setahun Gawe Sangu Poso Sak Ulan” sebuah ungkapan sederhana bahwa kerja 11 bulan untuk bekal ibadah 1 bulan dan alhamdulilah orang dahulu hidup bahagia, tenang dan istiqomah. Selama 11 bulan beliau menyisihkan sebagian penghasilannya  untuk bekal puasa satu bulan. 

Jika Romadlon harus bekerja keras tidak kuat !! Allah menciptakan manusia dengan keimanan dan keyakinan. Maka ketika Anda harus bekerja menguras tenaga tidak harus menjadikan datangnya Romadlon sebagai beban apalagi mengganggu pekerjaan. Jika kita niat dan sungguh sungguh tidak ada yang berat dalam menjalankan kewajiban mencari rizqi dan menjalani puasa. Karena puasa Romadlon kewajiban kita mesti harus mengutamakan melalukan dari pada mendapatkan dosa dan siksa.

Mengejar dunia tidak ada habisnya, maka saat Allah memberikan diskon besar dan pahala besar di bulan Romadlon sebagai tiket untuk bekal diakherat. Sekedar anda ketahui, banyak orang yang sekarang di alam kubur ingin hidup kembali dan ingin menjalankan ibadah puasa Romadlon dan ingin beramal jariyah. Maka ketika kita masih hidup sebuah peluang besar untuk menumpuk pundi pundi amal soleh di bulan Romadlon 

Romadlon adalah bulan pensucian diri, Allah menjanjikan barangsiapa yang menjalankan ibadah puasa Romadlon satu bulan, maka Allah akan menghapus dosa dosa yang telah dilakukan selama satu tahun. Pertanyaannya ? Jika dosa kita sangat besar, sementara umur kita paling hanya 70 tahun, kehidupan di alam kubur bisa ratusan tahun ? Bagaimana nasib hidup kita di alam kubur hingga di hari kiamat ? Maka ibadah bulan Romadlon yang ada lailatul qodar adalah lahan untuk mendapatkan anugerah Allah yang sangat besar untuk bekal hidup di dunia, di alam kubur hingga alam akherat kelak  !! 

Begitu indah dan besarnya ibadah puasa Romadlon, semua untuk manusia yang masih hidup di dunia. Maka tidak ada satupun hadirnya Romadlon yang membuat hidup kita susah di dunia dan akherat. Maka dari itu, mari berbahagia dan senang hati ketika Romadlon tiba, agar hidup kita berkah barokah di dunia dan akherat !!

Penulis 

HM Basori M.Si 

Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, and Advocasy

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar