Fenomena luar biasa sudah dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam 100 hari pemerintahannya, antara lain menghentikan impor beberapa kebutuhan pokok yang selama ini impor dari luar negeri, memberikan pembebasan beberapa bea masuk, keringanan pajak dan kebijakan fiskal dengan menaikan PPN 12 %. Beberapa Langkah strategis  tersebut memiliki makna yang sangat besar dalam menciptakan iklim perekonomian Indonesia tahun 2025, karena dengan menghentikan impor otomatis akan menjaga devisa kita ketika harga dolar semakin menggila. 

Menghentikan impor dan menaikkan harga hasil pertanian adalah langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan petani. Disisi lain penetapan harga yang dilakukan pemerintah lebih memberikan kepastian dan antisipasi permainan harga hasil panen yang biasanya dipermainkan oleh para tengkulak. 

Langkah Prabowo merupakan bukti nyata kalau Prabowo memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan pendapatan sektor riil yang akan mempengaruhi ekonomi global. Selama  ini permainan harga kebutuhan pokok dari impor telah merusak harga dan sangat mengganggu petani untuk mewujudkan kesejahteraannya

Menguatkan sektor ekonomi riil di dalam negeri sebuah langkah strategis ketika ekonomi global lagi tidak baik baik saja. Maka besarnya  impor  kebutuhan pokok akan sangat mengganggu harga hasil pertanian di dalam negeri. Disisi lain dampak terbesar dari kebijakan impor adalah akan berpengaruh terhadap kesehatan devisa kita. 

Kebijakan pro rakyat prabowo lainnya di 100 hari pertama yang signifikan antara lain, makan siang gratis, subsidi listrik, penegakan hukum, bantuan langsung pada rakyat dan lainnya benar benar mendukung stabilitas politik dan meningkatnya kepercayaan publik pada pemerintah Prabowo Subianto. 

Prabowo berkomitmen membuat rakyat tersenyum karena sejahtera dan makmur, kedepan Prabowo akan terus membuat kebijakan yang memberikan dampak kongkrit pada peningkatan pendapatan rakyat. Memberikan paket bantuan sebenarnya bukan agenda utama prabowo untuk menciptakan rakyat sejahtera, tetapi kondisi ekonomi rakyat kecil yang memprihatinkan sehingga skema bantuan tidak bisa lagi dihindari. 

Dalam bukunya Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045, beberapa gagasan Prabowo untuk menuju Indonesia yang Makmur dan Sejahtera antara lain sebagai berikut : 

Pertama, prabowo ingin mewujudkan cita cita mulai para pendiri bangsa Indonesia agar Indonesia menjadi negara yang makmur dan Sejahtera 

Kedua, ketimpangan ekonomi yang tinggi perlu di selesaikan, sehingga kemiskinan segera bisa di atasi dengan cepat 

Ketiga, meningkatkan sumber daya manusia menjadi masalah yang serius, sehingga upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi agenda utama 

Keempat, Pengelolaan Sumber Daya Alam dimaksimalkan untuk menambah pendapatan negara. Indonesia harus mampu mengelola sumber daya alam sendiri agar tidak bocor atau bahkan dikuasai asing 

Kelima,  Mencetak dan meningkatkan produktifitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah dan Masional 

Keenam, menaikkan gaji ASN, terutama guru, dosen, tenaga kesehatan, penyuluh, TNI/Polri dan Pejabat Negara 

Ketujuh, Mendirikan Badan Penerimaan Negara dan meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap Produk domestik bruto ke 23 %

Kedelapan, Pemberian Makan Siang Gratis pada anak sekolah dan pesantren, anak balita dan ibu hamil 

Prabowo adalah pribadi yang memiliki komitmen, integritas dan Cinta NKRI, pelan tapi pasti gebrakan Prabowo sangat terasa di tengah masyarakat. Kita semua harus mendukung dengan acara kita masing masing agar kemakmuran rakyat Indonesia segera terwujud. 

Prabowo sadar untuk mewujudkan cita citanya perlu dukungan  seluruh komponen rakyat Indonesia, maka seluruh kekuatan partai politik diajak untuk membantu dalam kabinet, semua potensi bangsa dengan benar bagai disiplin ilmu dan keahlian dilibatkan, stabilitas politik dan keamanan di jaga agar iklim investasi bisa bagus.

Semoga langkah ekonomi prabowo bisa membawa kemakmuran bangsa Indonesia menuju Indonesia emas Tahun 2045

Penulis 

HM. BASORI, M.Si 

Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar