Banyak orang membayangkan kekuasaan itu penting atau bahkan sangat penting. Memang Allah menggerakkan setiap hati manusia itu berbeda beda termasuk nafsu untuk berkuasa atau memiliki kekuasaan. Maka tidak heran ketika kita melihat orang yang kaya dan secara ekonomi cukup masih ingin memiliki jabatan dan kedudukan. 

Namun harus ingat bahwa kekuasaan itu bagian dari fitnah dunia. Dengan kekuasaan Allah memberikan amanah dan cobaan, bagaimana seseorang melakukan amanah ketika diberi kekuasaan. Politik kekuasaan memang penting, sebagaimana konsep Islam dalam kekuasaan. Prinsip kekuasaan dalam Islam adalah : 

  1. Kekuasaan yang sesungguhnya berada di tangan Allah
  2. Umat Islam wajib taat kepada pemimpin yang tidak memerintahkan berbuat dosa
  3. Pemimpin harus berkonsultasi dengan dewan Syura dalam memerintah negara
  4. Pemimpin yang tidak adil harus digulingkan

Sebuah gagasan yang mulia, namun bagaimana melihat kekuasaan sekarang ketika seseorang ingin berkuasa mengupayakan dengan berbagai macam cara bahkan membeli suara untuk memenangkan dirinya ? Hal tersebut jelas bertentangan dengan norma. 

Kekuasaan politik yang ideal adalah bagaimana mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Dengan berkuasa seseorang harus memberi maslahat ( kebaikan ) dan dengan kemakmuran ( terpenuhi semua kebutuhan hidup dengan mudah dan cukup ). Begitulah idealnya sebuah kekuasaan politik. 

Dinamika kehidupan dan tantang zaman telah merubah pola pikir, sikap dan perilaku manusia dalam politik. Disisi lain persaingan politik yang semakin ketat menjadikan tehnik dan strategi dalam memenangkan proses politik membutuhkan cost politik yang semakin tinggi. 

Kecerdasan pemilih dan perilaku pemilih yang dipengaruhi oleh perilaku elit politik memberikan andil besar dalam memperoleh kekuasaan politik. Ketika pelaku politik sudah tidak memberikan komitmen perjuangan, maka para pemilih menjadi pragmatis, ketika elit politik tidak berfikir pendidikan politik, maka para pemilih memahami politik sebagai komoditas ( barang dagangan / jual beli )

Realita kekuasaan politik semakin jauh dari konsep kekuasaan yang ideal karena baik partai, politisi maupun pemilih sudah keluar dari pakem politik yang benar. Kekuasaan politik sekarang sama persis seperti teori ekonomi. Untuk memperoleh kekuasaan dengan biaya tinggi, maka rumusnya, Modal kembali harus ditambah dengan untung yang pantas, itu belum bagaimana para pendukung dan tim sukses kepentingannya bisa terakomodasi.

Dalam kekuasaan politik ada kebijakan, (kebijakan tersebut dibuat cari uang), pengelolaan pegawai ( mutasi, kenaikan pangkat maupun pengadaan semua harus bayar, kekuasaan mengelola anggaran (maka anggaran tersebut di mainkan baik melalui markup, pengadaan barang jasa atau memberikan anggaran tertentu melalui tim sukses )

Kekuasaan politik zaman sekarang sudah tidak selaras antara harapan dan kenyataan, maka kita hanya bisa berdoa sambil menanti sisa sisa anggaran yang mungkin sampai pada orang yang berhak dan membutuhkan. Kenapa bisa begini, karena dirimu dulu begitu (mau milih kalau dikasih uang).

Sebuah catatan sederhana untuk menambah pengetahuan khususnya tentang politik kekuasaan. Kekuasaan ada batasnya, pesta pasti berakhir. Maka tanam yang baik agar berbuah yang enak di makan !! 

HM. Basori M.Si

Sekolah Perubahan

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar