Terlalu mikir dunia membuat orang lupa bagaimana menjalani keseimbangan hidup, yaitu mikir urusan akherat. Dunia memang keras, semua butuh uang uang dan uang. 

Atas nama kesibukan manusia sering menganggap ingat Allah dengan acara apa saja sering dilalaikan. Hatinya merasa benar karena mungkin bagian dari salah satu ibadah. Namun kebiasaan yang dianggap benar menjadi tradisi jelek yang akan merugikan kita. 

Maka jika ada kesempatan ( situasi, kondisi, atau peluang yang memungkinkan seseorang untuk melakukan sesuatu yang diinginkan atau dibutuhkan, atau meraih sesuatu yang lebih baik) jangan pernah melupakan untuk sebuah kebaikan. 

Kesempatan sebagai sebuah waktu, peluang, momen, atau kemungkinan untuk bertindak atau mencapai tujuan tertentu akan memiliki dampak yang besar dalam hidup seseorang. 

Kesempatan atau opportunity dapat diartikan sebagai faktor positif yang muncul dari lingkungan atau situasi tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk meraih keuntungan, kemajuan, atau kesuksesan. 

Maka ketika kesempatan yang berkaitan dengan diri sendiri jangan pernah dilalaikan, karena akan berakibat fatal di akhir kelak. 

Contoh, jika ada kesempatan baca Al Qur’an jangan pernah dilewatkan sebelum nanti dibacakan Al Qur’an, jika ada kesempatan ke masjid, jangan malas sebelum nanti dibawa ke masjid, jika ada kesempatan beramal, jangan pelit, sebelum hartamu akan membakar dirimu, jika ada kesempatan berbakti pada orang tua, jangan pernah kau tunda sebelum orang tuamu meninggal dan dirimu menyesal. 

Kesempatan baik untuk diri sendiri akan kembali pada diri kita sendiri. Karena hidup setelah mati bekalnya hanya apa yang kita tanam hari ini. 

Opportunity  juga dipahami sebagai hasil dari inovasi sistematis seseorang terhadap sesuatu yang memiliki manfaat. Opportunity adalah sebuah kreasi sumber daya untuk sebuah kesuksesan dan kemaslahatan hidup.

Maka siapapun Anda kelola kesempatan dengan baik, karena kesempatan tidak akan datang dua kali. Ketika kesempatan ada tidak kita manfaatkan dengan baik yang akan terjadi di masa depan hanya sebuah penyesalan. 

Menjadi pemimpin adalah sebuah kesempatan, namun pemimpin yang adil dan baik adalah sebuah kesempatan baik untuk di kenang dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. 

Masing masing kita memiliki kesempatan, maka jaga dan gunakan kesempatan untuk kebaikan diri kita, keluarga kita dan lingkungan kita. 

Semoga bermanfaat !!

Penulis 

HM. BASORI, M.Si 

Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar