Surabaya–KOPRI PKC PMII Jawa Timur resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Halal Center Dewan Masjid Indonesia PW Jawa Timur. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat program halal, ekonomi syariah, sekaligus pemberdayaan kader perempuan melalui penguatan kapasitas dan kelembagaan.

Salah satu agenda utama kolaborasi ini adalah penyiapan 6.000 Pendamping Proses Produk Halal (PPH). Program besar ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi kader KOPRI dalam mendampingi pelaku UMKM mengurus sertifikasi halal dan memperluas kebermanfaatan di tingkat masyarakat.

Ketua Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan KOPRI PKC PMII Jawa Timur, Faridatul Afidah, menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kontribusi kader perempuan dalam pembangunan ekosistem ekonomi halal.

“Program ini bukan sekadar pelatihan pendamping halal. Ini tentang bagaimana kader KOPRI hadir di tengah UMKM, memperkuat literasi halal, dan membangun ekosistem ekonomi kader yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, ribuan kader KOPRI akan dibekali kemampuan teknis sebagai pendamping PPH. Mereka nantinya akan ditempatkan di berbagai zona KOPRI untuk memberikan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM—mulai dari proses pengajuan hingga terbitnya sertifikat halal.

Selain program pendampingan, kolaborasi ini juga mencakup peningkatan literasi halal dan ekonomi syariah, pemberdayaan kader perempuan pelaku usaha, serta edukasi keuangan syariah melalui kerja sama dengan lembaga mitra DMI Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Timur, Kholisatul Hasanah, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi peluang besar bagi KOPRI untuk menunjukkan peran strategis kader perempuan dalam bidang ekonomi.

“Ini adalah momentum penting bagi kader KOPRI untuk tampil sebagai garda terdepan penguatan ekonomi halal di Jawa Timur. Kami ingin perempuan PMII tidak hanya terlibat dalam gerakan intelektual, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi umat melalui pendampingan, edukasi, dan pemberdayaan UMKM,” tuturnya.

Dengan hadirnya 6.000 pendamping halal yang tersebar di berbagai daerah, KOPRI PKC PMII Jawa Timur menargetkan semakin banyak UMKM yang mampu memperoleh pendampingan dalam proses sertifikasi halal. Harapannya, produk UMKM Jawa Timur akan memiliki daya saing lebih kuat sekaligus memenuhi standar halal yang berlaku.

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar