Alhamdulilah pesta Idul fitri tahun ini telah berjalan, masing masing sudah ketemu dengan saudara, teman sekolah, teman main dan tetangga. Berbagai cerita sedih, senang, pamer bahkan mungkin obong obong (provokasi) mungkin juga masuk ke telinga kita masing masing. 

Sebagai manusia yang cerdas dan beragama kita mesti harus bisa mengambil hikmah setiap cerita yang kita dengar dengan bijaksana. Kita tidak bisa memungkiri bahwa berhubungan dengan orang lain pasti banyak ragam dan macamnya. 

Ada bahasa menarik yang bisa kita ambil dalam menjalani hidup ini, yang hampir sama dengan di permainan sepak bola, yaitu SPORTER. Dalam sepak bola namanya sporter selalu merasa pinter, jago tehnik dan strategi, namun saat disuruh main dia tidak biasa apa apa alias ZONK. 

Begitu juga Sporter Kehidupan, dia memberikan komentar selangit, memberi masukan saran seperti pelatih, bahkan memberikan provokasi seseorang terhadap hidupnya. Kalau kita tidak menjadi pendengar yang baik dan bijaksana pasti semuanya akan kacau balau. 

Orang hidup harus memiliki prinsip yang jelas dan kuat, karena banyak orang di luar kita ingin memprovokasi agar kita jatuh atau hancur. Semua suara / kata kata yang bernada mencela dan mengolok olok harus kita hindari agar kita tidak terjerumus dalam dosa. 

Allah berfirman dalam Al Qur’an Surat Al Hujurat ayat 11 yang Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.

Menjaga diri dari mencela, mengolok olok atau bahkan memprovokasi akan merusak pahala silaturahmi yang kita lakukan. Momen Lebaran menjadi media untuk meningkatkan ukhuwah basyariyah dan ukhuwah Islamiyah

Hidup yang singkat ini sangatlah rugi jika hanya untuk menyakiti hati orang lain. Hidup ini perjuangan maka Allah memberi pahala setiap perjuangan yang kita lakukan. Hidup bukan pelarian, mengejar sesuatu yang tidak jelas dan pasti. 

Semoga silaturahmi Lebaran Idul Fitri bisa kita jadikan media  untuk muhasabah atas kebaikan diri kita di masa depan. Amin 

Penulis 

HM. BASORI, M.Si 

Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar