Semua berawal dari sebuah Taqdir Allah, di mana sebagai anak desa, miskin dan semua serba terbatas, dengan semangat dan kerja keras. Allah memberi anugerah sebagai Anggota DPRD Nganjuk termuda tahun 1999. Sebagai aktifis yang hobi demo tidak mudah untuk menyesuaikan sebuah kondisi yang penuh protokoler, full fasilitas dan memiliki kekuasaan yang lebih.
Namun sebagai orang yang memiliki semangat, serius dan ingin maju, maka amanat sebagai anggota DPRD dijalani dengan penuh dedikasi dan integritas tinggi. Kesimpulan sementara, ternyata jika kita mau belajar dan belajar tidak ada yang sulit dalam melaksanakan kewajiban berat sebagai wakil rakyat. Singkat cerita, sebagai wakil rakyat harus mengetahui banyak hal walau sedikit sedikit, dan ada beberapa hal yang memang harus dikuasai dengan serius antara lain masalah anggaran dan ilmu kebijakan.
Berangkat dari situ, maka usaha untuk Silaturrohim dengan para senior yang pernah menjadi anggota DPRD, kader NU yang menjadi pejabat atau PNS yang mungkin bisa kita ajak sharing ilmu dan pengalamannya. Kesimpulannya mereka ternyata pada tidak mau terbuka dan pelit informasi tentang ilmu dan pengalaman sebagai abdi masyarakat. Ada seorang yang mantan anggota dprd terbuka namun ilmu dan pengalamannya minim.
Akhirnya menemukan sebuah metode bagaimana menjadi anggota DPRD yang Cerdas, berani dan merakyat, yaitu dengan Belajar dari Buku. Dari buku kita dengan mudah bisa memahami semua ilmu pemerintahan, advokasi, kebijakan publik dan banyak teori lain yang bisa dipergunakan untuk adu argumentasi dalam rapat di komisi maupun di badan anggaran.
Hampir 2 pereode setiap kunjungan selalu ke toko buku Gramedia, untuk mencari buku peraturan perundangan yang baru atau beberapa buku lain yang menopang kinerja. Ketika teman lain jalan jalan ke mall, dengan asik kita berburu buku di Gramedia. Buku adalah lentera untuk pandai dan cerdas, dari buku kita bisa membentuk sikap dan pemikiran yang rasional, kritis dan berpendapat dengan ilmiah.
Dengan membeli buku sedikit sedikit akhirnya terkumpul ribuan buku yang sampai sekarang bisa sebagai teman untuk mengisi waktu waktu yang mungkin nyantai atau nganggur. Perpustakaan pribadi yang sederhana tersebut melahirkan beberapa pemikiran dan analisis yang tajam terhadap kebijakan pemerintah yang sering tidak sejalan dengan kondisi anggaran pemerintah dan kebutuhan prinsip masyarakat.
Negeri ini butuh orang yang memiliki kepedulian, walau bukan seorang aparatur pemerintah. Terlalu banyak kebijakan yang sebenarnya salah dan tidak pro rakyat tetapi sudah menjadi kebiasaan dan dianggap benar. Itu semua harus di ingatkan dan di luruskan.
Maka siapapun anda saatnya menjadi bagian dari pembangunan walau hanya sekedar memberikan gagasan. Atau melakukan sesuatu yang berarti untuk anak cucu kita, contoh pak Didik dari lengkong yang terus melakukan reboisasi pada lahan kosong, tepi sungai, maupun sumber mata air yang Kedepan akan bermanfaat. Tokoh Pecinta Lingkungan.
Menumbuhkan kepedulian untuk berbuat baik pada lingkungan dan masyarakat harus mulai kita ciptakan. Jangan pernah melihat beberapa orang ASN yang memiliki kewajiban untuk melakukan tugasnya, karena luas wilayah dan besarnya masalah pemerintah tidak bisa ditangani oleh ASN saja.
Kita memiliki orang hebat seperti DR H Wahyu Priok Djatmiko, pengacara kondang, Mas Heri Endarto Konsultan Nasional bidang Konstruksi, Mbak Zulma, Mas Jhon Wadoe dari LSM Salam Lima Jari, pak Impi, Mas Yoko, Pak Pri Mapak, Pak Suyadi Patianrowo yang memiliki semangat untuk melakukan advokasi kebijakan publik dan membantu masyarakat untuk mendapatkan keadilan.
Jika anda memiliki kemampuan saatnya berbuat, agar ilmu pengetahuan dan pengalaman anda memberi manfaat pada orang lain. Sebuah catatan kecil saat bongkar bongkar buku untuk berbagi pengalaman semoga bermanfaat. Hisab (perhitungan amal) Manusia besok di hari akhir akan di tanya per detik waktu hidup di dunia dipergunakan untuk apa !! Apa tidak ngeri kalau kita hanya ngopi dan rasan rasan kehidupan orang lain !!
Tidak perlu terlalu susah, ketika membaca tulisan ini anda belum terlambat maka, mulailah untuk berbuat baik !!
Penulis
HM. BASORI, M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy
Belum ada komentar