Semua orang ketika kecil selalu ditimang timang dan digadang gadang untuk menjadi orang sukses. Atas kerja keras dan hebatnya orang tua memberikan pendidikan dan asuhan, maka sampailah pada suatu masa anak selesai kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang mapan. Namun tahukah Anda bahwa perjalanan dari anak sampai dewasa dan kerja memiliki faktor penentu yang besar ?
Pasti sudah pada lupa ! Seorang dari anak menjadi dewasa hingga lahir sebuah performen seseorang dipengaruhi oleh kehalalan rizqi, ketaatan ibadah, kesopanan dan pembentukan watak disiplin yang ditanamkan oleh orang tuanya. Maka kita bisa melihat bagaimana cara mereka berfikir dan bersikap menjadi cermin bagaimana mereka mendapatkan pendidikan.
Cara orang tua mendidik mempengaruhi sifat dan perilaku seseorang ketika mereka dewasa apalagi ketika menjadi seorang pemimpin atau pejabat. Maka kita bisa menilai bagaimana perilaku seseorang ketika menjabat merupakan cermin bagaimana mereka mendapat pendidikan di masa kecil.
Jabatan adalah sebuah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab atau wewenang yang diberikan pada seseorang. Dalam dunia politik dan birokrasi jabatan selalau diperebutkan, karena dengan jabatan ada kekuasaan dan fasilitas yang di dapatkan.
Dengan jabatan seseorang bisa mengatur, mempengaruhi, mengintervensi, dan mengexploitasi sejumlah sumber daya dan sumber dana yang memberikan manfaat pribadi, kelompok atau masyarakat secara umum. Kondisi inilah yang sering menjadi problem, ketika seseorang menjabat tidak memiliki bingkai pemikiran dan sikap yang dilandasi oleh prinsip Agama dan Nilai kehidupan
Maka ada satu hal yang harus menjadi pedoman dan prinsip seseorang ketika menjabat adalah Bisa Menahan Nafsu. Menahan nafsu dalam menjabat adalah memahami sebuah jabatan sebagai amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan, menahan diri untuk tidak mengambil peluang untuk kepentingan pribadi, jabatan adalah perjuangan untuk kemaslahatan, menjadi pejabat tidak selamanya dan pejabat adalah manusia biasa yang suatu saat akan kembali menjadi orang yang lepas dari atribut dan fasilitas yang di miliki.
Sebuah renungan yang harus menjadi catatan bagi seorang pejabat adalah :
Sebuah catatan sederhana sebagai pengingat, makna sebuah jabatan dan memahami sisi negatif perilaku pejabat yang suatu saat akan mempersulit perjalanan kita ke surga. Jabatan bisa sebagai musibah ketika kita tidak bisa amanah dalam menjalankannya, demikian juga jabatan akan menjadi berkah ketika kita bisa amanah dalam menjalaninya.
Semoga Allah memberi bimbingan kepada siapa saja yang kebetulan mendapatkan amanah sebagai pejabat !! Amin
Penulis
HM. BASORI, M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy
Belum ada komentar