Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapatkan gaji, tunjangan, cuti, perlindungan, dan pengembangan kompetensi. Selain itu, PNS juga berhak atas kenaikan pangkat dan jabatan. Hak-hak ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan peraturan pelaksanaannya.

Jika melihat fasilitas yang diberikan oleh negara sebenarnya ASN dalam memenuhi kehidupannya lebih dari cukup. Pertanyaan selanjutnya, jika ASN sudah mendapatkan fasilitas lebih dari cukup, mengapa masih berfikir untuk memainkan anggaran ?? 

Sebagai orang cerdas dan kepribadian tidak semua ASN itu bermental korup dan menghalalkan segala cara. Namun karena lingkungan dan tekanan loyalitas pada pimpinan, seorang ASN terpaksa harus mengikuti irama organisasi dan pimpinannya. 

Tradisi birokrasi yang berfikir untung dengan jual beli jabatan melahirkan tuntutan untuk mengembalikan uang yang dikeluarkan untuk membeli jabatan plus keuntungannya, tradisi kepemimpinan yang ingin kelihatan wah tanpa melihat budget memaksa anak buah untuk mengatur anggaran yang jelas memainkan anggaran, dan masih banyak lagi modus yang lainnya.

Disisi lain persaingan hidup yang tidak sehat memberi pengaruh yang besar dalam kehidupan. Orang zaman modern melihat sebuah kesuksesan dengan seberapa harta dan kekayaan yang dimiliki. Mereka tidak berfikir bagaimana mendapatkannya dengan baik dan halal. Karena kondisi tersebut, Maka perilaku negatif ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya menjadi menyimpang.

Hasrat ingin kaya, dalam perspektif psikologi, bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, termasuk motivasi, kepuasan, dan dampak pada kesehatan mental. Secara umum, keinginan untuk menjadi kaya bisa menjadi pendorong positif jika diimbangi dengan nilai-nilai lain seperti kerja keras, integritas, dan kepedulian terhadap sesama. Namun, jika hasrat ini tidak terkendali, bisa mengarah pada perilaku negatif, seperti bermain anggaran.

Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka korupsi di kalangan ASN adalah lemahnya sistem pengawasan, kurangnya integritas individu, sistem yang membuka celah korupsi, serta budaya permisif terhadap korupsi. 

Berikut beberapa dinamika Perilaku ASN dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dibidang anggaran : 

  1. Watak dasar ASN yang baru adalah pribadi yang jujur, loyal dan berintegritas, namun ASN baru melihat tradisi yang terjadi dilingkungan kerjanya, mau tidak mau akan terpengaruh juga 
  2. Kebiasaan buruk mulai dari atasan sampai teman kerja memberikan konstribusi yang signifikan dalam mewujudkan ASN yang menyimpang 
  3. Mereka sadar memainkan anggaran itu salah, tetapi banyak kegiatan yang dilaksanakan tidak ada anggarannya (non budgeter) sehingga memaksa untuk mengatur anggaran 
  4. Sebagian ASN sadar kalau dijadikan sapi perah oleh pimpinannya, setelah mengatur anggaran, hasilnya disetor ke bos. Maka perasaan berat dan takut resiko hukum selalu menghantui.
  5. Beberapa ASN tidak mau menjadi PPTK ( pelaksana tehnis kegiatan ), PPKOM (Pejabat yang diberi kewenangan untuk mengambil keputusan yang berakibat terhadap keluarnya anggaran ) dan bendahara karena tidak mau risiko hukum.
  6. Ketika setiap rekening anggaran dimainkan, maka sebagian ASN memahami bahwa di masing masing rekening ada hasil yang di dapatkan 
  7. Tradisi ewuh pakewuh, uang rokok, uang Ngopi dan podo mlakune menjadi alasan untuk melakukan sesuatu dengan tip (sejumlah uang tambahan yang diberikan secara sukarela)
  8. Sangat banyak ASN yang disiplin, jujur dan berani menegakkan kebenaran, walau akhirnya dikucilkan dan tidak dipakai oleh Pimpinannya 
  9. ASN yang tidak mau beresiko dan masih memiliki prinsip pengen gaji yang di dapat halal dan baik, mereka melaksanakan perintah bos tanpa bantah, masuk disiplin, kerja maksimal, pulang dan datang tepat waktu. Semoga yang merasakan senyum sendiri dan berbahagia karena kamu is the best !! 

Pemerintah memiliki arti penting dalam menjaga stabilitas negara dan kesejahteraan masyarakat. Peran pemerintah mencakup berbagai aspek, mulai dari menjaga ketertiban dan keamanan, mengatur perekonomian, hingga menyediakan pelayanan publik. 

Maka hadirnya ASN yang memiliki komitmen, integritas dan loyalitas sangat penting untuk terwujudnya kesejahteraan rakyat. Rakyat butuh pelayanan yang cepat baik dan murah. Rakyat merindukan pemerintah yang baik. 

Maka kepada ASN rakyat menitipkan jiwa raganya sehingga terwujud kehidupan yang adil dan makmur. Tidak perlu merasa tersinggung dan sensi dari tulisan ini, karena anda semua dibayar dari uang rakyat. 

Renungkan, fikirkan dan rubah jika memang anda sebagai ASN yang merasa salah dan menyimpang. Hidup terlalu singkat jika hanya untuk tipu tipu !! Kita semua akan dimintai pertanggungjawaban besok di akherat !! 

Penulis 

HM Basori M.Si 

Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, and Advocasy

Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar