Hidup selalu meninggalkan kenangan, cerita bahkan kekecewaan. Semua kesan tersebut sebenarnya hanya urusan kesan hati yang kadang tidak sejalan dengan kondisi, sehingga kesan negatif tersebut akhirnya melahirkan pikiran dan sikap mungkin membuat diri kita tidak enak atau orang lain tidak enak juga.
Maka siapa saja orangnya pasti memiliki khilaf atau kesalahan pada orang lain. Sebagai manusia kita memiliki kewajiban untuk memohon maaf kepada orang yang mungkin kita dlolimi, atau memberi maaf kepada orang yang meminta maaf kepada kita.
Rosulullah bersabda “ siapa yang memaafkan orang yang medloliminya, maka Allah akan mengampuni dosa dosanya, Hadits Riwayat Abu Daud dari Abdillah bin Amr”
Permohonan maaf kepada sesama manusia harus kita lakukan ketika kita memang salah, karena urusan Haq adam berbeda dengan urusan dengan Allah. Allah memerintahkan kepada seluruh umat manusia untuk menyelesaikan urusan dan kesalahan dengan sesama manusia secara langsung.
Disisi lain kita juga memiliki kewajiban untuk memberi maaf kepada siapa saja yang meminta maaf karena dia melakukan kesalahan. Contoh luar biasa dapat kita dapatkan dari kisah Nabi Yusuf dengan 10 saudaranya. Di mana saat itu nabi Yusuf As memang mendapatkan perlakuan istimewa dari orang tuanya.
Disuatu hari 10 saudaranya melakukan rencana untuk membunuh nabi Yusuf dengan mengajak main di hutan. Setelah sampai di hutan semua saudaranya memasukkan Nabi Yusuf ke sebuah sumur tua yang kering. Setelah rencananya selesai, saudaranya pulang dengan membawa baju yang dilumuri darah sebagai alibi kalau Nabi Yusuf di makan binatang buas.
Singkat cerita atas kuasa Allah swt, Nabi Yusuf di tolong orang yang berniat ambil air, ternyata di dalam sumur ada orang yaitu Nabi Yusuf.
Orang tersebut menolong Nani Yusuf hingga dijadikan seorang Budak. Namun akhirnya Nabi Yusuf di jual dan dibeli oleh seorang pejabat kerajaan, hingga sampai Nabi Yusuf menjadi Mentri. Seiring berjalannya waktu saat memiliki kekuasaan Nabi Yusuf mencari Saudaranya dengan diam diam.
Hingga suatu waktu keluarganya tersebut tau kalau nabi Yusuf masih hidup dan memiliki kekuasaan. Atas kebesaran hati Nabi Yusuf, keluarga yang berniat membunuh tersebut oleh Nabi Yusuf diampuni.
Cerita singkat tersebut memberikan pelajaran pada kita kalau sifat memaafkan adalah perbuatan yang mulia, bagaimanapun perbuatan orang yang memiliki kesalahan.
Kita semua memang bukan Nani Yusuf kekasih Allah, namun setidaknya belajar bersikap pemaaf adalah lebih baik dari pada angkuh dan sombong karena merasa benar.
Idul fitri adalah momen rekonsiliasi antar sesama manusia yang mungkin pernah salah atau merasa bersalah untuk memohon maaf. Karena bahaya terbesar dalam hisab di hari akhirat besok adalah, ketika dosa dengan sesama manusia tidak dimaafkan, maka amal baik kita akan diambil untuk menggantinya, demikian kabar akherat yang mungkin belum anda ketahui.
Kita hanya manusia biasa yang tidak memiliki previlege ( hak istimewa ) dari Allah, maka momen Idul fitri adalah momen terbaik untuk saling memaafkan agar beban di akherat akan ringan. Para kekasih Allah mengajarkan kita untuk saling memberi maaf jika ada saudara atau teman kita yang bersalah. Semoga Allah memberikan hati lapang agar kita bisa menjadi orang yang Pemaaf.
Penulis
HM. BASORI, M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy
Belum ada komentar