Hidup dan mati adalah taqdir Allah, semua memiliki masa hidup sendiri dan meninggalkan dunia sendiri sesuai dengan Qodlo ( ketetapan Allah pada manusia sejak zaman azali ). Nur Imamah adalah seorang ASN Kementrian Agama yang memiliki kepedulian untuk membangun keberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif. Terlepas ada pro kontra dengan banyak orang, Nur Imamah adalah perempuan cerdas, berani dan inovatif dalam pemberdayaan ekonomi kreatif di Nganjuk. 

Semua orang punya kesalahan, namun semua ora pasti memiliki kelebihan. Nur Imamah dengan tangan dingin dan gagasan kreatifnya mewujudkan tempat wisata Petung Ulung Sawahan, Kweden Reviw, Taman Wisata Manyung dan masih ada lagi yang lain. Semua taman wisata tersebut di gagas oleh Nur Imamah yang berkolaborasi dengan pemerintah desa dan investor.

Info yang diterima ternyata kegiatan tersebut beliau juga tanam modal, walau akhirnya mati dan menyisakan masalah sesuai dengan versinya masing masing. Nur Imamah memang memiliki gagasan besar untuk membuat ekonomi kreatif berupa wisata desa yang berharap inovasi tersebut akan berkembangan di Nganjuk. 

Terlepas adanya gesekan dengan pejabat, kelompok masyarakat atau perangkat desa, sebagai sesama aktifis pemberdayaan, Nur Imamah adalah perempuan yang memiliki kepedulian untuk membangun, memiliki semangat untuk pemberdayaan dan aset Nganjuk dalam Inovasi desa. 

Nur Imamah mau berbuat untuk kemajuan walau harus gesekan namun tetap semangat membangun dengan cara dan kemampuannya. Kegigihan hati Nur Imamah dalam berjuang sesuai dengan kata kata mutiara yang disampaikan “ Aku tidak pernah menyerah tetap berjuang, aku mungkin menangis sesaat, Kemudian aku Bangkit dan Berjuang” 

Dipanggilnya Nur Imamah keharibaan  Allah, kita semua merasa kehilangan. Orang yang mempromosikan batik jaya stamba tersebut sudah tiada, semoga semua  kebaikan yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.  Jangan pernah melihat sisi negatif kehidupan orang lain, karena diri kita masing masing membawa kesalahan dan dosa yang tidak pernah kita sadari. 

Nur Imamah adalah manusia biasa yang ada salahnya, namun setiap kesalahan tidak harus mengubur kebaikan yang pernah dilakukan. Kami sesama aktifis Nganjuk merasa kehilangan atas meninggalnya Sahabati Siti Nur Imamah semoga akan lahir Nur Imamah lain yang memiliki semangat dan kepedulian untuk membangun Nganjuk. Mbak Nur Imamah Jenengan Orang Baik, Semoga Allah Memberi Tempat Terbaik Di sisi-Nya … Amin


Komentar

    Belum ada komentar

Tinggalkan komentar