Maha Besar Allah atas Segala KekuasaanNya. Allah yang menciptakan manusia, Allah yang akan mencabut nyawa manusia dan Allah yang akan menghidupkan lagi kelak di hari Akhir.
Melihat proses di atas, begitu lemah dan tiada berdaya manusia dihadapan Allah. Semua yang ada di tubuhnya milik Allah, apa yang dia miliki semua karena Allah.
Namun kenapa manusia yang lemah tersebut akhirnya menjadi orang yang sombong ? Itulah anehnya seorang makhluk yang namanya manusia. Manusia diberi fikiran agar dia bisa membedakan baik dan buruk karena fikirannya. Manusia diberi nafsu agar mereka menggunakan nafsunya dengan baik.
Dinamika perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh proses biologis yang ada pada dirinya. Dengan makanan yang bergizi tinggi disamping menguatkan fisik juga melahirkan nafsu yang besar.
Maka ketika Allah memerintahkan manusia untuk berpuasa, maka hakekat manusia sebagai makhluk hidup semakin kelihatan aslinya. Dengan puasa, menahan makan dan minum, perut keroncongan dan tenggorokan kering. Kekuatan fisik betul betul menurun bahkan badan sampai lemas.
Ketika kondisi lemas karena lapar, seseorang merasakan bagaimana rasanya orang dalam kekurangan, gejolak nafsu hilang, rasa serah diri muncul dan sebenarnya manusia adalah makhluk yang lemah. Untuk mengingat hakekat hidup hanya dengan puasa seseorang cepat bisa merasakan.
Rasa lapar melahirkan rasa solidaritas pada orang yang tidak mampu, karena dengan rasa lapar terbayang sebuah kondisi orang lain jika mereka tidak bisa makan.
Rasa lapar melahirkan rasa kasih sayang, nurani manusia merasa kasihan terhadap orang yang dalam kekurangan sehingga ingin berbagi terhadap apa yang dimiliki
Rasa lapar melahirkan kesadaran Ilahiyah. Jika Allah bermaksud untuk membuat umatnya kelaparan maka orang tersebut tidak berdaya, maka ketika seseorang diberi rizqi berupa makanan, semua karena Allah maka harus bersyukur
Lapar karena puasa degan niat melaksanakan perintah Allah akan menambah keimanan, keyakinan dan bentuk pengabdian tertinggi manusia sebagai Makhluq Allah yang diciptakan hanya untuk menyembah kepadaNya.
Rahasia haus dan lapar karena puasa memiliki dua kebahagiaan, yang pertama ketika buka puasa tiba, yang kedua ketika besok di kiamat akan diberi pahala puasa langsung dari Allah SWT.
Semoga haus dan lapar kita menjadi pahala ketika besok di hari kiamat. Barokah puasa Romadlon akan membawa diri kita semakin memahami orang yang dalam kekurangan (hingga kurang makan) dengan memberikan sebagian apa yang kita miliki untuk meringankan beban hidupnya.
Penulis
HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, and Advocasy
Belum ada komentar