Salah satu ciri hidup itu dinamis, bagaimanapun kondisi kita realita hidup adalah sebuah anugerah terindah dari Allah. Jika kita bisa berfikir seperti itu maka tidak tidak ada hidup yang terasa berat. Senang dan susah hanya kesan hati, sesekali susah datang sebentar lagi pasti akan senang lagi.
Sama halnya seperti puasa Romadlon datang, jika iman tidak tebal, hati tidak bersyukur pasti ada perasaan berat sedih bahkan kecewa. Maka sadarkan hatimu untuk bersyukur biar ringan menjalaninya. Sebagai bulan yang penuh berkah dan sangat mulia maka jangan pernah sia siakan untuk :
Pertama, Mendadak Khusuk. Pastikan dirimu berhenti menjalani dosa, tingkatkan kekhusukan dalam ibadah. Hal ini penting dilakukan demi mendapatkan pahala berlimpah yang tidak kita temui di hari biasa. Lakukan solat berjamaah, sholat tarawih dan ngaji walau biasanya tidak pernah melakukan
Kedua, Mendadak Bijaksana. Bersikap bijaksana dalam bulan Romadlon untuk mendapatkan ridlo Allah. Jika biasanya tidak bijak dalam bersikap, hentikan selama Romadlon untuk berlaku dan bersikap bijak. Lagi lagi Romadlon adalah dilipatkan nya pahala bagi siapa saja yang mau melakukan. Sikap bijaksana penting di bulan Romadlon untuk menciptakan kesejukan hati dan kedamaian diri
Ketiga, Mendadak Baik Hati. Untuk berbuat baik kadang memang harus diperjuangkan. Memang Allah menciptakan setan, dan setan diberi kontrak oleh Allah untuk mengganggu manusia sampai hari kiamat. Setan selalu mengajak manusia untuk berbuat dosa, termasuk seseorang akhirnya melakukan perbuatan yang buruk. Maka saat bulan Romadlon tiba kita harus berusaha untuk berbuat baik agar mendapatkan pahala yang berlipat.
Keempat Mendadak Dermawan. Sifat dermawan atau sakho’ adalah sifat yang mulia, namun manusia sering bersikap medit dan pelit sehingga mereka enggan untuk mengeluarkan harta yang dimilikinya. Karena mereka ingin kaya sehingga dia berfikir eman eman uangnya diberikan pada orang lain.
Padahal dalam rizqi kita ada hak orang lain berupa zakat, infaq dan sodaqoh. Di bulan suci kita mesti harus memacu diri untuk berbagi pada sesama agar mendapatkan pahala yang berlipat
Sikap mendadak baik yang ada di atas merupakan Sepirit untuk mendapatkan kemuliaan Romadlon beserta pahala ganda yang diberikan oleh Allah. Sadarlah kalau hidup di dunia sangat singkat, padahal kehidupan setelah dunia hingga hari kiamat sangat panjang hingga ribuan tahun. Jika kita tidak mencari kemuliaan dan berlipat gandanya pahala di bulan Romadlon kita akan rugi. Kesempatan obral pahala sudah di mulai, jangan malas beribadah dan bersedekah demi bekal kita di akherat.
Hikmah Puasa Romadlon Dengan Potret Kehidupan Akherat
Dalam Islam, perhitungan waktu dunia dan akhirat sangat berbeda, di mana satu hari di sisi Allah setara dengan 1.000 tahun menurut hitungan dunia (QS. Al-Hajj: 47).
Perbandingan ini menggambarkan bahwa kehidupan dunia sangat singkat, rata-rata manusia hidup 60-70 tahun hanya setara dengan sekitar 1,5 jam akhirat.
Berikut adalah rincian perhitungan perbandingan waktu dunia dan akhirat:
1 Hari Akhirat = 1.000 Tahun Dunia Berdasarkan QS. Al-Hajj: 47 dan QS. As-Sajdah. 1 Jam Akherat sama dengan 41,7 tahun dunia dihitung dari 1.000 tahun dibagi 24 jam. Sedangkan 1 menit sama dengan 8,3 bulan dunia dihitung dari perbandingan 1 hari/1.000 tahun. 1 detik akherat sama dengan 4,22 hari dunia dihitung berdasarkan konversi menyeluruh ke unit waktu terkecil.
Selain perbandingan 1.000 tahun, ada juga ayat yang menyebutkan sehari setara 50.000 tahun, yang merujuk pada waktu yang dirasakan pada hari kiamat bagi orang kafir (QS. Al-Ma'arij: 4).
Waktu yang sangat singkat ini menekankan pentingnya memanfaatkan hidup di dunia untuk beribadah terutama di bulan Romadlon agar mendapatkan pahala berlipat terutama bisa mendapatkan malam lailatul qodar.
Begitu besar beban perjalanan kita di akherat sehingga kita mesti harus menyadari bagaimana kehidupan dunia yang singkat ini bisa menjadi bekal untuk hidup di akherat yang begitu panjang dan penuh siksaan atas semua kesalahan yang kita lakukan.
Hadirkan rasa cinta dan senang ketika Romadlon tiba dan semangat menjalankan ibadah untuk mendapatkan Malam Lailatul Qodar. Semoga Allah meringankan diri kita untuk berbuat baik di bulan suci ini. Amin
Penulis
HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, and Advocasy
Belum ada komentar